Rebalas Pedia - Kisah tragis sekaligus menakjubkan datang dari Tiongkok, tentang seorang wanita bernama Huang Yijun, yang diketahui menyimpan janin di dalam tubuhnya selama enam dekade.
Fenomena medis langka yang dikenal dengan istilah lithopedion, atau “stone baby”. Pada tahun 1948, Huang mengalami kehamilan yang berakhir tragis.
Bayi yang dikandungnya meninggal di dalam rahim sebelum sempat dilahirkan. Karena keterbatasan ekonomi, ia tidak mampu membayar biaya operasi untuk mengangkat janin tersebut.
Akibatnya, tubuhnya melakukan reaksi luar biasa yang sulit dipercaya. Alih-alih membusuk dan menyebabkan infeksi fatal, tubuh Huang melindungi dirinya dengan membungkus janin tersebut menggunakan lapisan kalsium, sehingga lambat laun mengeras seperti batu.
Proses alami ini merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk mencegah peradangan atau sepsis akibat jaringan yang mati. Sejak saat itu, Huang menjalani hidupnya seperti biasa tanpa menyadari bahwa di dalam tubuhnya tersimpan janin yang telah membatu.
Tidak ada gejala mencolok, tidak ada rasa sakit berkepanjangan—hanya keheningan tubuh yang menyembunyikan rahasia medis selama lebih dari 60 tahun. Namun, ketika usianya menginjak 92 tahun, rasa nyeri di perut mulai sering muncul.
Pemeriksaan medis akhirnya mengungkapkan fakta mengejutkan: di dalam tubuhnya terdapat janin yang telah mengalami kalsifikasi total dan berubah menjadi seperti mumi batu.
Selama sisa hidupnya, Huang harus menanggung rasa sakit tersebut hingga akhirnya pada tahun 2008, ia menjalani prosedur medis untuk mengeluarkan janin itu.
Para dokter terkejut menemukan kondisi “bayi” tersebut yang telah kering, mengeras, dan menyerupai mumi akibat kematian dan proses mineralisasi yang berlangsung selama puluhan tahun.
Fenomena ini menjadi salah satu kasus lithopedion paling langka dan lama yang pernah tercatat dalam sejarah kedokteran modern—sebuah kisah nyata yang menunjukkan betapa menakjubkan sekaligus misterius kemampuan tubuh manusia dalam melindungi dirinya.

Komentar
Posting Komentar