Luar Biasa! Orang Ini Selamat dari Tragedi TITANIC Meskipun Tubuhnya Berada di Air dengan Suhu Dibawa Titik Beku

Rebalas Pedia - Charles Joughin, kepala pembuat roti (chief baker) di kapal RMS Titanic, merupakan salah satu cerita nyata paling luar biasa yang terus dikenang dari tragedi tersebut.

Perannya pada malam tenggelamnya Titanic sering dianggap sebagai salah satu contoh paling menakjubkan dari ketahanan manusia dalam situasi ekstrem. Beberapa poin penting dari kisahnya adalah sebagai berikut:

Konsumsi Brendi dan Wiski:

Joughin diketahui mengonsumsi alkohol—terutama brendi dan wiski—dalam jumlah cukup besar selama dan setelah kapal menabrak gunung es. Ia meyakini bahwa alkohol tersebut membantu tubuhnya melawan suhu ekstrem Samudra Atlantik Utara yang membekukan.

Bertahan Mengapung di Air Dingin:

Ia berada di air selama kurang lebih dua jam, mengapung atau mengayuh perlahan di tengah gelombang, sebelum akhirnya diselamatkan oleh sekoci lipat B saat fajar tiba.

Salah Satu Orang Terakhir yang Meninggalkan Kapal:

Joughin berperan aktif membantu memuat penumpang ke sekoci penyelamat. Ia tercatat sebagai salah satu individu terakhir yang meninggalkan Titanic, meluncur ke laut tepat ketika buritan kapal sepenuhnya terbenam.

Selamat Tanpa Cedera Berat:

Meski terpapar suhu air di bawah titik beku—kondisi yang umumnya mematikan dalam hitungan menit—Joughin hanya mengalami radang dingin ringan pada kakinya dan berhasil selamat.

Kisah ketangguhan Joughin kerap dikaitkan dengan perpaduan antara keberuntungan, tingginya kadar alkohol dalam tubuh yang mungkin memperlambat efek hipotermia, serta kondisi fisiknya yang memungkinkan tubuhnya mempertahankan panas lebih lama.

Cerita ini tetap menjadi salah satu kisah paling memukau dari bencana Titanic dan bukti luar biasa dari kemampuan manusia bertahan dalam kondisi yang paling ekstrem.

Komentar