Rebalas Pedia - Kapal Octavius adalah kapal layar yang berasal dari abad ke-18, yang hingga kini dikenal sebagai salah satu legenda laut paling misterius dalam sejarah pelayaran. Saat pertama kali ditemukan, kapal ini tampak seolah telah ditinggalkan seluruh awaknya.
Namun, setelah diperiksa lebih dekat, terungkap sesuatu yang jauh lebih mengerikan di atas kapal tersebut. Kisah ini bermula pada 11 Oktober 1775, ketika kapal penangkap paus bernama Herald berlayar di perairan lepas pantai Greenland, sebuah pulau besar yang terletak di sebelah timur Kanada.
Di tengah dinginnya perairan Arktik, awak kapal Herald melihat sebuah kapal layar yang tampak terombang-ambing di kejauhan—itulah Octavius. Awalnya, para awak Herald merasa heran.
Meskipun udara begitu menusuk dan laut membeku, layar kapal Octavius masih terbentang sempurna, seolah kapal itu baru saja berlayar. Mereka mencoba memberi isyarat dan memanggil awak kapal tersebut, namun tidak ada satu pun jawaban yang terdengar.
Kecurigaan pun mulai muncul. Kapal Herald akhirnya memutuskan untuk mendekat dan melakukan pemeriksaan. Beberapa awak menaiki kapal Octavius untuk memastikan kondisinya. Begitu menginjakkan kaki di dek, mereka segera diliputi rasa tidak nyaman — kapal itu sunyi total.
Tak ada tanda-tanda kehidupan, tak ada seorang pun yang menyambut kedatangan mereka. Dengan hati-hati, para awak Herald menyusuri bagian dalam kapal. Di sanalah mereka menemukan pemandangan yang membekas dalam ingatan mereka seumur hidup.
Sebanyak 28 awak kapal Octavius ditemukan membeku, sebagian di antaranya adalah wanita dan anak-anak. Tubuh mereka masih berada di tempat masing-masing, seolah membeku di tengah-tengah aktivitas mereka.
Namun pemandangan paling mengerikan terdapat di ruang kemudi. Sang kapten ditemukan duduk tegak di kursinya, tubuhnya membeku dengan buku catatan log terbuka di hadapannya.
Pena masih tergenggam di tangannya, seolah ia membatu saat sedang menulis catatan terakhirnya. Kengerian dan ketegangan langsung menyelimuti awak Herald. Mereka segera bergegas meninggalkan kapal tersebut, namun sebelum pergi, mereka sempat mengambil buku catatan sang kapten.
Melalui catatan itu, sebagian kecil misteri pelayaran Octavius mulai terungkap. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Octavius berlayar dari Inggris menuju Orient (wilayah Asia) dan mencoba kembali melalui Jalur Barat Laut, rute berbahaya yang melintasi Kutub Utara.
Diperkirakan kapal itu terperangkap dalam es selama bertahun-tahun sebelum akhirnya hanyut dan ditemukan kembali.
Setelah para awak Herald meninggalkan kapal tersebut, nasib Octavius tak pernah diketahui lagi. Ia terus terapung di lautan Arktik, menjadi legenda abadi tentang keberanian, ambisi, dan tragedi manusia yang menantang kekuatan alam.

Komentar
Posting Komentar