5 Kota Tersepi di Jawa Timur

Rebalas Pedia - Bagi anda yang mendambakan masa pensiun yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota besar, Provinsi Jawa Timur memiliki sejumlah kota yang menawarkan ketenangan serta kualitas hidup yang nyaman.

Kata “kota” umumnya identik dengan kepadatan penduduk dan aktivitas yang ramai. Namun, beberapa kota di Jawa Timur justru memiliki populasi yang relatif rendah, sehingga menciptakan suasana yang lebih damai.

Kondisi ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghabiskan masa tua dengan tenang. Dari sembilan kota di Jawa Timur, terdapat lima kota dengan jumlah penduduk paling sedikit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), berikut adalah lima kota tersepi yang layak dipertimbangkan untuk tempat tinggal di masa pensiun.

1. Kota Mojokerto Menduduki peringkat pertama, Kota Mojokerto—yang dikenal dengan julukan Kota Onde-Onde—memiliki jumlah penduduk sebanyak 138.613 jiwa pada tahun 2025. Sebagai salah satu kota terkecil di Indonesia, Mojokerto pernah meraih predikat Kota Terinovatif se-Indonesia.

Kota ini juga terkenal dengan kekayaan sejarah, budaya, serta kulinernya yang khas, menjadikannya menarik bagi mereka yang menghargai nilai tradisi.

2. Kota Blitar Berada di posisi kedua, Kota Blitar—dijuluki Kota Proklamator—dihuni oleh 156.330 jiwa pada tahun 2025. Kota ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai tempat kelahiran Presiden Soekarno, serta disahkan sebagai kota oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1 April 1906.

Selain sejarah, Blitar juga menawarkan suasana kota kecil yang nyaman, dengan masyarakat yang ramah dan lingkungan yang relatif tenang.

3. Kota Madiun Di peringkat ketiga terdapat Kota Madiun, yang dijuluki Kota Gadis, dengan jumlah penduduk 203.552 jiwa pada tahun 2025. Kota ini memiliki potensi besar di sektor budaya, pariwisata, dan kuliner.

Salah satu destinasi bersejarah yang terkenal di Madiun adalah Monumen Kresek, yang menjadi pengingat peristiwa kelam kekejaman PKI pada masa lalu.

4. Kota Pasuruan Kota Pasuruan, yang menempati posisi keempat, memiliki julukan Kota Santri dengan jumlah penduduk 222.334 jiwa pada tahun 2025.

Pada masa lalu, Pasuruan merupakan pelabuhan penting pada era kejayaan Kerajaan Kahuripan di bawah kepemimpinan Raja Airlangga. Kota ini kaya akan tradisi, salah satunya adalah ritual Petik Laut yang masih dilestarikan hingga saat ini.

5. Kota Batu Peringkat kelima ditempati oleh Kota Batu, yang kerap disebut Swiss Kecil di Pulau Jawa, dengan jumlah penduduk 225.120 jiwa pada tahun 2025.

Kota ini merupakan destinasi wisata terkemuka sekaligus bagian dari wilayah metropolitan Malang. Diberkahi tanah yang subur, Batu berkembang pesat di sektor pertanian dan menjadi penghasil berbagai komoditas unggulan.

Suhu udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah menjadikannya tempat ideal untuk menghabiskan masa pensiun.

Kelima kota ini menawarkan perpaduan antara ketenangan, sejarah, dan keindahan alam yang menjadikannya destinasi ideal bagi siapa pun yang ingin menikmati hari tua dengan damai.

Komentar