Rebalas Pedia - Bukan sekadar batu, bukan pula lukisan—yang Anda lihat adalah pohon purba yang telah membatu, membeku dalam pelukan waktu sebagai saksi bisu dari hutan yang tak pernah kembali.
Fosil luar biasa ini berasal dari pohon yang hidup sekitar 220 juta tahun lalu, pada masa ketika dinosaurus masih mendominasi Bumi.
Proses pembatuannya terjadi secara alami dan berlangsung sangat lambat: jaringan kayu yang telah mati secara bertahap digantikan oleh mineral seperti silika, terutama dalam bentuk kuarsa, selama jutaan tahun.
Hasilnya adalah kayu fosil yang menyerupai batu permata, lengkap dengan warna-warni mencolok yang terbentuk dari beragam mineral yang menyusup ke dalam sel-sel kayu.
Dalam kasus yang lebih langka, sebagian kayu membatu ini mengalami proses opalization, yakni ketika jaringan kayu digantikan oleh opal. Hasilnya adalah fosil yang tidak hanya keras, tetapi juga menampilkan kilau dan warna yang jauh lebih memesona.
Fosil pohon semacam ini dapat ditemukan di Taman Nasional Petrified Forest, Arizona, Amerika Serikat—sebuah kawasan yang terkenal karena luasnya lanskap kayu membatu yang tersebar di padang pasir.
Lebih dari sekadar keajaiban geologi, taman ini juga menyimpan catatan kehidupan purba, menjadikannya simbol bagaimana alam mengabadikan sejarahnya dalam bentuk batu.
Dengan kata lain, pohon membatu ini bukan hanya sisa-sisa masa lalu—melainkan juga karya seni alami yang menggambarkan perjalanan waktu dalam bentuk paling nyata.

Komentar
Posting Komentar