Rebalas Pedia - Pada tahun 1963, sutradara legendaris Alfred Hitchcock merilis film thriller The Birds, yang menggambarkan skenario menakutkan di mana kawanan burung tiba-tiba menyerang manusia.
Meskipun terdengar fiktif, kisah ini ternyata terinspirasi dari peristiwa nyata yang terjadi pada tahun 1961 di Capitola, California. Saat itu, kawanan burung shearwater dilaporkan menabrak atap rumah dan berjatuhan mati di jalan akibat keracunan diatom yang terdapat pada ikan teri yang mereka konsumsi.
Fenomena burung yang menyerang manusia bukanlah sepenuhnya isapan jempol. Dalam kondisi tertentu, beberapa spesies burung dapat menjadi sangat agresif, terutama ketika merasa terancam atau sedang melindungi anaknya. Berikut adalah lima spesies burung paling berbahaya di dunia yang perlu diwaspadai:
1. Kasuari (Casuarius casuarius):
“Dinosaurus” Modern yang Mematikan Kasuari merupakan burung besar yang tidak dapat terbang dan berasal dari Australia serta Papua. Burung ini memiliki tiga jari kaki, salah satunya dilengkapi dengan kuku tajam menyerupai belati.
Jika merasa terancam, kasuari mampu bergerak dengan kecepatan hingga 50 km/jam dan menyerang dengan kaki yang sangat kuat. Meskipun kasus serangan terhadap manusia relatif jarang, sebagian besar insiden terjadi akibat interaksi manusia yang memberikan makanan.
Salah satu kasus paling tragis terjadi pada tahun 1926, ketika seorang remaja tewas setelah lehernya disayat oleh kuku kaki kasuari. Burung ini dikenal sangat teritorial dan mampu menyerang tanpa peringatan.
2. Burung Unta (Struthio camelus):
Raksasa Afrika dengan Tendangan Mematikan Sebagai burung terbesar di dunia, burung unta jantan dewasa dapat mencapai tinggi hingga 2,75 meter dan berat lebih dari 150 kilogram.
Walaupun cenderung menghindari konflik, burung ini dapat berlari hingga 72 km/jam dan menyerang dengan tendangan kuat yang dapat berakibat fatal. Salah satu insiden terkenal melibatkan musisi legendaris Johnny Cash, yang hampir tewas akibat tendangan burung unta di peternakannya pada tahun 1981.
Tendangan tersebut menghantam gesper sabuk logam yang ia kenakan, menyelamatkannya dari cedera fatal. “Kalau bukan karena gesper sabukku, perutku pasti robek,” ujar Cash.
3. Emu (Dromaius novaehollandiae):
Saingan Kasuari dari Australia Emu adalah burung besar tak bisa terbang yang juga berasal dari Australia. Mereka memiliki kecepatan lari hingga 50 km/jam dan kaki yang kuat dengan cakar tajam.
Walaupun jarang menyebabkan kematian, serangan emu dapat menyebabkan luka serius. Pada tahun 2009, lebih dari 100 kasus serangan emu terhadap manusia tercatat di Australia dan kebun binatang internasional, menunjukkan bahwa burung ini tetap berpotensi membahayakan.
4. Lammergeier (Gypaetus barbatus):
Vultur Pemecah Tulang Burung pemakan bangkai ini memiliki rentang sayap hingga 3 meter dan dikenal dengan kebiasaan unik menjatuhkan tulang atau kura-kura dari ketinggian untuk mengakses sumsum atau daging di dalamnya.
Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat tentang serangan terhadap manusia, legenda menyebutkan bahwa dramawan Yunani kuno, Aeschylus, meninggal dunia akibat kepalanya dijatuhi kura-kura oleh lammergeier yang mengira kepala botaknya sebagai batu.
5. Burung Hantu Bertanduk Besar (Bubo virginianus):
Teror Senyap di Malam Hari Ditemukan di seluruh wilayah Amerika, burung hantu besar ini dapat tumbuh hingga lebih dari 60 cm panjangnya dan memiliki kekuatan cengkeraman mencapai 500 psi—setara dengan gigitan anjing penjaga.
Burung ini dikenal menyerang wajah dan kepala manusia ketika merasa terancam. Insiden pernah dilaporkan di Seattle (2012) dan Oregon (2015), ketika pelari dan pejalan kaki diserang dari atas pohon.
Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada tahun 2003, ketika seorang pria dituduh membunuh istrinya. Namun, penyelidikan ulang mengarah pada kemungkinan bahwa korban sebenarnya diserang oleh burung hantu yang menyebabkan cedera fatal setelah korban jatuh dari tangga. Kasus ini melahirkan teori pembelaan yang dikenal sebagai, The Owl Theory.






Komentar
Posting Komentar